Putussibau, Kapuas Hulu, tipikorinvestigasinews.id — 10 Desember 2025.
Prosesi pengukuhan 1.050 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Kapuas Hulu yang dilaksanakan di Indoor Volly berlangsung lancar dan mendapat partisipasi penuh dari perwakilan BPD di 23 kecamatan. Kegiatan ini tetap berjalan meski pelaksanaannya harus menggunakan patungan sebesar Rp90 ribu per peserta akibat keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Koordinator lapangan dari Kecamatan Bunut Hilir, Aladin Pro, menjelaskan bahwa keputusan patungan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama demi memastikan agenda pengukuhan tetap terlaksana sesuai jadwal.

“Dinas DPMD sebenarnya sudah siap memfasilitasi, hanya saja anggaran daerah memang tidak mencukupi. Karena itu, kami mengambil inisiatif patungan Rp90 ribu untuk menutupi biaya sewa indoor, listrik, kebersihan, dan kebutuhan teknis lainnya,” ujar Aladin Pro.
Ia menambahkan bahwa seluruh peserta menunjukkan komitmen dan kekompakan sehingga kegiatan berjalan tanpa hambatan.
“Teman-teman sangat kooperatif. Semua sepakat bahwa ini momen penting, jadi kami berpartisipasi bersama agar kegiatan tidak tertunda,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aladin Pro juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, atas dukungan moral yang diberikan kepada para anggota BPD dalam melaksanakan tugas kelembagaan.
“Kami dari Bunut Hilir menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bupati Kapuas Hulu, Bapak Fransiskus Diaan. Beliau selalu memberi perhatian kepada desa-desa, termasuk mendukung pelaksanaan kegiatan kelembagaan seperti BPD,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kapuas Hulu yang disebut tetap berupaya memfasilitasi kegiatan meski anggaran terbatas.
Aladin Pro berharap pemerintah kabupaten dapat meningkatkan perhatian terhadap lembaga desa ke depannya, terutama terkait kebutuhan pendanaan kegiatan yang berskala besar dan memerlukan dukungan penuh.
“Kami berharap pemerintah kabupaten dapat lebih menyesuaikan kondisi lapangan. BPD di desa-desa memiliki tanggung jawab besar, jarak tempuh jauh, dan tantangan pendanaan yang cukup berat,” tutupnya.
Adi • ztc







____________________________________________
