Ketua DAP Wilayah III Doberay Apresiasi Kontribusi Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dalam Mendukung Pelaksanaan Temu Raya V PAM se-Tanah Papua

KABUPATEN SORONG,http://tipikorinvestigasinews.id – Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Ronald Konjol, S.H, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, khususnya Bupati Sorong Selatan, atas kontribusi dan dukungan yang diberikan terhadap penyelenggaraan Temu Raya V Persekutuan Anggota Muda (PAM) se-Tanah Papua di Kabupaten Sorong, Senin (13/7/2026).

Menurut Ronald Konjol, dukungan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan merefleksikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi antara institusi pemerintahan, lembaga keagamaan, dan masyarakat adat sebagai bagian dari strategi pembangunan sosial yang berorientasi pada penguatan kualitas sumber daya manusia Papua. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, investasi pada pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan kepemudaan memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter, integritas, kapasitas kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial generasi penerus.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata – mata diukur melalui pencapaian indikator ekonomi maupun pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga ditentukan oleh keberhasilan membangun modal sosial (social capital), modal budaya (cultural capital), dan modal spiritual (spiritual capital) yang menjadi fondasi utama terciptanya masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berdaya saing.

“Atas nama Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada Bupati Sorong Selatan beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan Temu Raya V PAM se-Tanah Papua. Dukungan tersebut merupakan manifestasi nyata dari tanggung jawab pemerintah dalam memfasilitasi pengembangan kapasitas generasi muda melalui ruang – ruang pembinaan yang konstruktif, inklusif, dan berlandaskan nilai – nilai keagamaan serta kebudayaan Papua,” ujar Ronald Konjol.

Lebih lanjut, Ronald menjelaskan bahwa Temu Raya V PAM tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga memegang peranan penting sebagai instrumen penguatan kohesi sosial di tengah masyarakat Papua yang memiliki keragaman etnis, budaya, dan latar belakang sosial. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring antargenerasi muda, membangun komunikasi lintas wilayah, serta mengembangkan kepemimpinan kolektif yang berorientasi pada pelayanan, perdamaian, dan pembangunan.

Ia menilai bahwa kolaborasi yang harmonis antara pemerintah daerah, lembaga adat, institusi keagamaan, dan masyarakat sipil merupakan prasyarat utama dalam menciptakan tata kelola pembangunan yang partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan. Sinergi tersebut, kata Ronald, perlu terus diperkuat agar setiap kebijakan pembangunan mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan nilai – nilai adat, budaya, dan kearifan lokal sebagai identitas masyarakat Papua.

Ronald juga mengajak seluruh peserta Temu Raya V PAM se-Tanah Papua untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai wahana pembentukan karakter, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta penguatan komitmen kebangsaan dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, generasi muda gereja memiliki posisi strategis sebagai agen transformasi sosial (agents of social change) yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan stabilitas sosial, memperkuat persatuan, serta mendorong percepatan pembangunan yang berkeadilan di Tanah Papua.

Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, sinode gereja, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkolaborasi dalam memastikan pelaksanaan Temu Raya V PAM berlangsung secara tertib, aman, dan kondusif. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan cerminan efektivitas kolaborasi multipihak (multi – stakeholder collaboration) dalam mendukung agenda pembangunan sosial berbasis nilai – nilai kebersamaan dan gotong royong.

Pada akhir pernyataannya, Ronald berharap agar semangat persaudaraan, solidaritas, dan pelayanan yang terbangun selama Temu Raya V PAM tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan dapat ditransformasikan menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan dalam memperkuat kualitas kepemimpinan generasi muda Papua. Ia menegaskan bahwa pembangunan Papua memerlukan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu mengharmonisasikan nilai – nilai adat, spiritualitas, dan wawasan kebangsaan sebagai fondasi menuju terwujudnya Papua yang damai, inklusif, maju, dan sejahtera.

Pewarta: Asep Suebu

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *