Limapuluh kota, Sumbar’ tipikorinvestigasinews.id – Senin 8 November 2025, Bupati Limapuluh Kota (2025-2030) Safni Sikumbang saat Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota 2024 ditabuh diusung 3 Partai, yakni : Partai PKS, PDI-P dan Hanura.
Berpasangan dengan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha (PKS), Paslon ini Sukses mendulang Suara terbanyak dengan Raihan 50,000++ Suara.
Namun setelah “hujan teduh dan kabut hilang” dan kembang api kemenangan masih dilangit, tiba-tiba tak sampai “sepeminuman teh” mendung datang menggumpal membawa gelap lalu “menginfiltrasi” oposisi.
Safni Sikumbang yang diusung PKS, PDI-P dan Hanura secara mengejutkan mendaftar dan menjadi Kader Partai Gerindra.
Langkah Politik Safni dengan menjadikan Gerindra yang sebelumnya rival (pesaing) saat Pilkada, sekarang dijadikan sekutu (mitra) saat jadi Bupati, benar-benar langkah ninja yang tidak terbaca sebelumnya oleh pengamat politik lokal manapun.
Jalan ninja dalam konteks politik dapat diartikan jalan tidak biasa atau jalan pintas yang susah terdeteksi radar lawan.
Infiltrasi dalam Politik dapat disebut sebagai strategi bergabung dengan organisasi/partai lain (berpisah) untuk memengaruhi dari dalam.
Jalan “Ninja” ini seperti lanjutan dari Langkah “kuda” yang diambil Safni Pasca KTA diterima.
Kartu Tanda Anggota (KTA) Safni diterima langsung dari Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade pada 3 November 2025.
Langkah kuda Safni dapat diilustrasikan dengan tidak bergabung dengan Partai Pengusung pasca menang Pilkada.
Setelah sukses menjadi Kader Gerindra, Infiltrasi kedalam Kader Gerindra sudah menggaung keluar.
Safni di issukan akan mengambil alih kemudi Gerindra Limapuluh Kota, tentu sebelumnya harus menendang status quo, Jika benar demikian, Ketua DPC Gerindra 50 Kota saat ini harus waspada, karena Safni khabarnya akan membawa “orang-orangnya” kedalam Partai.
( Sukrianto )







____________________________________________
