Semarang, http://tipikorinvestigasinews.id – Kegiatan benchmarking yang dilaksanakan FKIP Universitas Esa Unggul ke Semarang menjadi salah satu pengalaman akademik yang penuh makna bagi Dr. Iswadi, M.Pd. Perjalanan tersebut bukan hanya sekadar kunjungan institusi atau agenda formal perguruan tinggi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan, memperkuat kerja sama antar akademisi, serta membangun semangat baru dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Benchmarking ini dilakukan dengan mengunjungi tiga perguruan tinggi terkemuka di Semarang, yaitu Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), dan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA). Ketiga kampus tersebut dipilih karena memiliki berbagai keunggulan dalam pengelolaan pendidikan, inovasi pembelajaran, penguatan budaya akademik, serta pengembangan karakter mahasiswa. Bagi Dr. Iswadi, kunjungan ke tiga institusi tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga dan membuka banyak perspektif baru mengenai pengelolaan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Sejak awal perjalanan, suasana hangat dan penuh antusiasme sudah terasa di antara seluruh peserta rombongan. Dalam perjalanan menuju Semarang, Dr. Iswadi bersama para dosen lainnya aktif berdiskusi mengenai tantangan pendidikan di era modern. Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan perubahan karakter generasi muda menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi dalam proses pembelajaran. Pendidikan tidak lagi cukup hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga harus mampu membentuk mahasiswa yang kreatif, kritis, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan global.
Di tengah suasana perjalanan yang santai, berbagai ide mengenai pengembangan fakultas, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penguatan karakter mahasiswa menjadi bahan diskusi yang menarik. Bagi Dr. Iswadi, momen seperti ini memiliki nilai tersendiri karena tidak hanya mempererat hubungan antar dosen, tetapi juga melahirkan semangat kolaborasi yang lebih kuat dalam membangun lingkungan akademik yang maju dan harmonis.
Selain mendapatkan pengalaman akademik, Dr. Iswadi juga merasakan berbagai nilai positif selama mengikuti kegiatan benchmarking tersebut. Salah satu nilai yang paling dirasakannya adalah pentingnya kebersamaan dan kekeluargaan dalam lingkungan pendidikan. Interaksi yang terjalin selama perjalanan menciptakan hubungan yang lebih akrab antar dosen, sehingga tumbuh rasa saling mendukung dan saling menghargai dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Ia juga merasakan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan akademik tidak hanya ditentukan oleh konsep yang baik, tetapi juga oleh komitmen setiap peserta dalam menjaga etika, kerja sama, dan ketepatan waktu. Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa budaya akademik yang sehat harus dibangun melalui sikap disiplin dan komunikasi yang baik.
Sesampainya di Semarang, rombongan FKIP Universitas Esa Unggul disambut dengan hangat oleh pihak kampus tujuan. Sambutan yang ramah memberikan kesan positif dan menunjukkan semangat keterbukaan antar institusi pendidikan. Dalam setiap sesi kunjungan, Dr. Iswadi tampak antusias mengikuti pemaparan mengenai sistem pengelolaan fakultas, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Saat berkunjung ke UNNES, Dr. Iswadi memperoleh banyak wawasan mengenai penguatan pendidikan berbasis riset dan pengembangan kualitas tenaga pendidik. Ia melihat bagaimana kampus tersebut membangun budaya akademik yang aktif dan produktif dalam bidang penelitian. Pengalaman itu memberikan inspirasi baginya untuk terus mendorong peningkatan kualitas penelitian dosen di lingkungan FKIP Universitas Esa Unggul.
Kunjungan ke UNIMUS juga memberikan pengalaman yang menarik. Di kampus tersebut, rombongan memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Dr. Iswadi menilai bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran merupakan langkah penting yang harus terus dikembangkan oleh perguruan tinggi agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi era transformasi digital.
Sementara itu, kunjungan ke UNISSULA memberikan kesan mendalam terkait penguatan pendidikan karakter dan budaya akademik Islami. Dr. Iswadi melihat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh pembentukan moral, etika, dan integritas mahasiswa. Menurutnya, pendidikan karakter menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Dr. Iswadi adalah ketika mengikuti forum diskusi bersama dosen dan pimpinan fakultas dari kampus kampus yang dikunjungi. Dalam forum tersebut, dibahas berbagai isu strategis mengenai masa depan pendidikan tinggi, mulai dari digitalisasi pembelajaran, peningkatan mutu penelitian, hingga strategi membangun lulusan yang unggul dan kompetitif di tingkat global.
Dari diskusi tersebut, Dr. Iswadi merasakan pentingnya keterbukaan berpikir dan semangat belajar sepanjang hayat. Ia menyadari bahwa seorang akademisi harus terus belajar, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta terbuka terhadap ide ide baru. Pengalaman berdialog dengan para akademisi dari berbagai institusi membuatnya semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain agenda akademik, Dr. Iswadi juga menikmati suasana Kota Semarang yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Ia merasa terkesan dengan keramahan masyarakat serta suasana kota yang nyaman dan dinamis. Di sela sela kegiatan, rombongan menikmati berbagai kuliner khas Semarang yang semakin menambah kehangatan suasana kebersamaan.
Menjelang akhir kegiatan benchmarking, Dr. Iswadi menyampaikan rasa syukur atas pengalaman berharga yang diperoleh selama perjalanan tersebut. Baginya, benchmarking bukan hanya kegiatan membandingkan sistem pendidikan antar kampus, tetapi juga menjadi sarana refleksi untuk mengevaluasi diri dan mencari cara terbaik dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dr. Iswadi berharap hasil dari kegiatan benchmarking ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika FKIP Universitas Esa Unggul untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi. Ia optimistis bahwa dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan komitmen yang kuat, FKIP Universitas Esa Unggul akan semakin berkembang menjadi institusi pendidikan yang unggul, modern, dan mampu mencetak generasi muda yang berkualitas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Abdi S







____________________________________________
