Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Ikatan Persaudaraan Alumni Pesantren Dayah Aceh Singkil (IPAPDAS) sukses menyelenggarakan forum Mubahasah (diskusi ilmiah keagamaan) perdana pada Kamis, 12 Februari 2026. Bertempat di Pesantren Darul Falah Az-Zamzamiyah, Lae Ijuk, pertemuan ini menghasilkan poin-poin penting bagi persatuan umat di Aceh Singkil.

Dalam forum tersebut, IPAPDAS secara resmi mengeluarkan rekomendasi strategis yang mengajak seluruh lapisan masyarakat Aceh Singkil untuk menjaga persatuan dan menumbuhkan sikap toleransi dalam menyikapi perbedaan penentuan 1 Ramadhan.

Ketua Umum IPAPDAS, Tgk. Sadri Gunawan, S.Pd, menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar selama memiliki landasan hukum atau Dalil yang shaheh (valid).
“Tujuan utama kami adalah agar masyarakat tidak lagi saling menyalahkan terkait pelaksanaan awal bulan Ramadhan. Kita harus mengedepankan persaudaraan di atas perbedaan teknis,” ujar Tgk. Sadri Gunawan.

Meskipun secara organisatoris IPAPDAS mengutamakan metode Rukyatul Hilal sebagai pedoman utama dalam menentukan awal Ramadhan, lembaga ini tetap menghargai metode lain yang memiliki landasan syariat yang kuat. Langkah ini diambil demi menciptakan suasana ibadah yang sejuk dan harmonis di tengah masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Penasehat IPAPDAS, Abi Salman Lae Ijuk, menekankan pentingnya peran alumni pesantren dalam memberi edukasi yang menenangkan bagi umat, sehingga potensi perpecahan di tingkat akar rumput dapat diminimalisir.
Rilis berita ini diharapkan menjadi seruan bagi warga Aceh Singkil untuk menyambut bulan suci dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati.{*}







____________________________________________