Sumbawa Barat, http://tipikorinvestigasinews.id- Tumpukan sampah plastik yang berserakan di sepanjang ruas jalan Benete–Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menuai keluhan para pengguna jalan. Kondisi tersebut dinilai mencoreng wajah kawasan, mengancam kelestarian lingkungan, sekaligus berpotensi menimbulkan dampak terhadap keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (7/7/2026), sampah berupa kantong plastik, kresek, dan limbah rumah tangga tampak menumpuk di sejumlah titik di bahu jalan. Jalur yang menjadi akses utama masyarakat sekaligus dilalui kendaraan operasional perusahaan itu terlihat kumuh dan kurang terawat.
Sejumlah pengguna jalan menyayangkan kondisi tersebut. Mereka menilai persoalan sampah tidak boleh terus dibiarkan karena dapat menimbulkan dampak yang lebih luas jika tidak segera ditangani.
“Kami berharap persoalan ini segera mendapat perhatian. Ruas Benete–Maluk merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui masyarakat. Kebersihannya harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan dibiarkan seperti sekarang,” ujar salah seorang pengguna jalan.
Selain merusak keindahan kawasan, tumpukan sampah plastik dikhawatirkan akan terbawa aliran air saat hujan dan menyumbat saluran drainase. Jika kondisi ini terus berlanjut, potensi genangan hingga banjir di sejumlah titik tidak dapat diabaikan.
Pengguna jalan mendesak Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui instansi terkait agar meningkatkan pengawasan, memperbanyak fasilitas tempat sampah, serta melakukan pembersihan secara rutin di sepanjang ruas Benete–Maluk.
Mereka juga meminta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan. Edukasi lingkungan, penyediaan sarana pendukung, serta kegiatan gotong royong dinilai menjadi langkah konkret yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Persoalan sampah di ruas Benete–Maluk menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Tanpa kepedulian seluruh pihak—pemerintah, perusahaan, dan masyarakat—kawasan strategis tersebut akan terus dipenuhi sampah dan kehilangan fungsi serta keindahannya.
Jurnalis: Abidin







____________________________________________
