Propinsi Aceh ,tipikorinvestasinews.id –Pidie Jaya, Kamis 11 Desember 2025 — Derita para korban banjir bandang di Pidie Jaya kembali menyisakan kisah pilu. Soudah Sopian, desa beringin kecamatan meurah dua kabupaten Pidie jaya seorang janda dengan empat orang anak, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan musibah besar yang menimpa hidupnya. Dengan mata sembab dan suara bergetar, ia berdiri di depan awak media Tipikor Investasi News ID, memaparkan betapa beratnya kesedihan yang ia pikul.
Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung bagi Soudah dan anak-anaknya hilang seketika diterjang banjir bandang. Dinding rumah roboh, perabotan hanyut, pakaian dan perlengkapan anak-anak lenyap tak bersisa. Tak hanya itu, sawah warisan ayahnya yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan juga ikut lenyap berubah seperti hamparan lautan, tertutup air berlumpur sejauh mata memandang.

Sawah itu satu-satunya peninggalan ayah saya. Tempat kami bergantung makan. Tapi sekarang, semuanya hilang. Seperti lautan… tidak ada lagi bentuk sawah,” ucap Soudah sembari menyeka air mata.
Soudah mengaku sudah empat hari tidak mandi, bukan karena tidak ingin, namun karena tidak ada air bersih dan kondisi lingkungan yang masih porak-poranda. Mereka tinggal di pengungsian seadanya, tanpa pakaian ganti, tanpa tempat tidur yang layak, dan hanya mengandalkan bantuan makanan yang jumlahnya sangat terbatas.
Anak-anak saya menahan lapar. Kadang makan sekali sehari saja. Saya hanya bisa pasrah, semoga ada bantuan datang untuk kami,” ungkapnya lirih.
Di pengungsian, Soudah tidur beralaskan tikar tipis, sementara anak-anaknya merapat dalam pelukan untuk mengusir dingin malam. Ia mengatakan bahwa banjir kali ini adalah yang terparah dalam hidupnya, menghancurkan seluruh kerja keras dan harapan yang selama ini ia bangun seorang diri setelah suaminya meninggal dunia.
Meski penuh duka, Soudah tetap berusaha tegar demi anak-anaknya. Namun beban yang ia tanggung sangat besar. Tanpa rumah, tanpa tanah, tanpa pekerjaan, ia tidak tahu harus memulai dari mana lagi. Ia memohon perhatian pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat luas agar korban seperti dirinya mendapat bantuan untuk melanjutkan hidup nya
Liputan syarli aceh







____________________________________________
