Warga Palabuhanratu Kab. Sukabumi Desak SPBU Bagbagan Dibuka Kembali

Sukabumi  Tipikorinvestigasinews.id –
Masyarakat Palabuhanratu mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) setelah SPBU Bagbagan berhenti beroperasi. Kondisi ini membuat nelayan, petani, sopir angkutan umum, hingga pelaku UMKM harus menempuh jarak lebih jauh ke SPBU di pusat Palabuhanratu, yang kerap dipadati antrean panjang.

“Sudah antre lama, sering kali malah tidak kebagian karena stok BBM habis. Susah sekali bagi kami, apalagi nelayan yang setiap hari butuh solar,” ungkap seorang warga.

BBM Vital Bagi Warga Pesisir dikarenakan Palabuhanratu dikenal sebagai daerah dengan mata pencaharian dominan di sektor nelayan, pertanian, UMKM, hingga jasa transportasi. Semua bidang itu sangat bergantung pada ketersediaan BBM.

Petani misalnya, membutuhkan solar untuk mengoperasikan mesin traktor. Nelayan memerlukan BBM untuk melaut setiap hari. Sopir angkutan dan pelaku UMKM pun tak lepas dari kebutuhan bahan bakar.

“Kalau sulit beli BBM, pekerjaan jadi tertunda. Padahal musim tanam tidak bisa menunggu,” ujar seorang petani setempat.

Ekonomi Warga Ikut Lesu karena SPBU Bagbagan sebelumnya juga menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. Letaknya strategis di jalur transportasi Pejampangan hingga Banten, sehingga kerap dijadikan rest area sopir truk yang mengangkut hasil bumi.

Kondisi itu memberi peluang usaha bagi masyarakat sekitar, mulai dari warung kopi, makanan ringan, hingga produk UMKM lokal. Namun, sejak SPBU ditutup, denyut ekonomi tersebut ikut meredup. “Dulu jualan ramai, sekarang sepi,” kata seorang pedagang kecil di sekitar SPBU.

Latar Belakang Penutupan tentang SPBU Bagbagan ikut terseret dalam kasus hukum pemilik awalnya, Irfan Suryanegara, mantan Ketua DPRD Jawa Barat. Irfan dan istrinya dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) atas tindak pidana penggelapan dan pencucian uang terkait bisnis SPBU.

MA menghukum keduanya 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar, serta memutuskan aset SPBU dikembalikan kepada pihak korban. Imbas dari putusan itu, SPBU Bagbagan hingga kini belum kembali beroperasi.

Warga Minta Solusi ,Bagi masyarakat Palabuhanratu, kisruh hukum itu hanya urusan di atas. Yang paling penting adalah ketersediaan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami mohon SPBU Bagbagan segera dibuka kembali. Mau dikelola siapa pun, yang penting bisa beroperasi demi kepentingan masyarakat,” ujar Age, salah satu warga Bagbagan.

Masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkrit agar SPBU Bagbagan aktif kembali, sehingga nelayan bisa kembali melaut dengan mudah, petani bisa mengolah sawah tepat waktu, UMKM berjualan lebih lancar, dan warga tidak lagi kesulitan mencari BBM.

M .LEDI  NURLAEDI

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *