Mamasa Tipikorinvestigasinews.id – Suasana sore hari di Kabupaten Mamasa menjelang waktu berbuka puasa tampak semarak dan penuh kehidupan. Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati area depan Masjid Agung Nurul Yaqin untuk berburu takjil sebagai persiapan berbuka puasa di bulan suci Ramadhan.(26/2/2026).
Sejak sore hari, kawasan tersebut mulai dipadati masyarakat. Aktivitas jual beli berlangsung ramai dengan deretan pedagang yang menjajakan berbagai menu khas Ramadhan. Mulai dari es buah, es campur, kolak pisang, aneka gorengan, kue tradisional, hingga minuman segar, semuanya menjadi incaran warga yang ingin menyiapkan hidangan berbuka puasa untuk keluarga di rumah.
Keramaian ini menjadi pemandangan rutin setiap bulan Ramadhan di Mamasa. Tradisi berburu takjil tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari budaya masyarakat yang telah mengakar kuat. Masyarakat tidak sekadar berbelanja, tetapi juga saling berinteraksi, bersilaturahmi, dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Dari sisi ekonomi, momentum Ramadhan membawa dampak positif bagi para pelaku UMKM dan pedagang kecil. Banyak warga memanfaatkan bulan suci ini untuk membuka lapak dagangan musiman, sehingga turut membantu meningkatkan pendapatan keluarga dan menggerakkan perputaran ekonomi lokal. Kehadiran pasar takjil dadakan ini menjadi ruang ekonomi rakyat yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat.

Menjelang waktu magrib, suasana mulai berubah. Keramaian perlahan mereda, warga tampak bersiap untuk berbuka puasa. Sebagian masyarakat memilih tetap berada di sekitar masjid untuk melaksanakan buka puasa bersama, sementara lainnya kembali ke rumah masing-masing dengan membawa takjil yang telah dibeli.
Ketika lantunan adzan magrib berkumandang, suasana menjadi khidmat dan penuh ketenangan. Aktivitas sore hari pun berakhir, berganti dengan momen ibadah dan kebersamaan keluarga dalam suasana Ramadhan yang religius.
Fenomena berburu takjil ini menjadi gambaran kuat kehidupan masyarakat Mamasa di bulan suci Ramadhan, di mana nilai religiusitas, tradisi, solidaritas sosial, dan aktivitas ekonomi berpadu dalam satu ruang kehidupan. Sore Ramadhan di Mamasa tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga menghadirkan makna kebersamaan dan kekuatan budaya lokal yang terus terjaga dari generasi ke generasi.
Pewarta media Tipikor kaperwil sulbar ansar.







____________________________________________
