Sumbawa Barat, http://tipikorinvestigasinews.id- Gelombang aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa kembali menggema dalam aksi besar yang digelar oleh massa Aliansi PPS (Provinsi Pulau Sumbawa).
Dalam aksi tersebut, masyarakat dengan tegas mendesak Pemerintah Pusat dan DPR RI agar segera mempercepat pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa sebagai daerah otonomi baru yang terpisah dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Aksi yang dipenuhi berbagai elemen masyarakat, tokoh pemuda, aktivis, hingga emak-emak pejuang PPS itu berlangsung penuh semangat.
Massa membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan agar pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap aspirasi rakyat Pulau Sumbawa yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.
Dalam orasinya, para peserta aksi menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa bukanlah bentuk perlawanan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melainkan perjuangan untuk mendapatkan keadilan pembangunan dan pemerataan ekonomi bagi masyarakat Pulau Sumbawa.
“Kami tidak meminta pisah dari NKRI! Kami hanya meminta keadilan dan hak kami sebagai masyarakat Pulau Sumbawa. PPS adalah harga mati!” teriak salah satu orator yang disambut sorakan massa.
Masyarakat menilai selama ini pembangunan di Pulau Sumbawa masih tertinggal dibanding wilayah lain.
Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pemerataan anggaran dianggap belum maksimal dirasakan masyarakat di wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat.
Aliansi PPS juga menegaskan bahwa Pulau Sumbawa memiliki sumber daya alam melimpah, potensi ekonomi besar, serta kemampuan untuk berdiri sebagai provinsi sendiri. Karena itu, pemerintah dinilai tidak memiliki alasan lagi untuk terus menunda pembentukan PPS.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyampaikan kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah pusat terhadap aspirasi masyarakat yang sudah diperjuangkan sejak lama.
Mereka meminta Presiden, DPR RI, dan Kemendagri segera membuka moratorium daerah otonomi baru dan memprioritaskan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa.
“Jangan jadikan rakyat Pulau Sumbawa hanya sebagai penonton pembangunan di daerah sendiri. Kami ingin maju, kami ingin mandiri, dan kami ingin Provinsi Pulau Sumbawa segera diwujudkan!” ujar salah satu tokoh aksi.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Meski demikian, semangat massa tetap membara. Mereka menegaskan akan terus mengawal perjuangan PPS sampai pemerintah benar-benar mendengar suara rakyat Pulau Sumbawa.
Bagi masyarakat Pulau Sumbawa, pembentukan provinsi baru bukan sekadar soal administrasi pemerintahan, tetapi simbol harga diri, pemerataan pembangunan, dan masa depan generasi daerah.
“PPS Harga Mati, NKRI Tetap Di Hati!” menjadi seruan yang terus menggema sepanjang aksi berlangsung.
Pewarta : zainal Abidin







____________________________________________
