Pekalongan – Jateng, tipikorinvestigasinews.id– Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., memimpin upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Rabu (15/07/2026) pagi.
Hadir juga Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. M. Nurul Chabibi, S.H., Ketua DPRD Drs. Addul Munir, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Agus Dwi Nugroho, S.STP., M.AP., Camat Wonopringgo Sigit Khurniawan dan OPD lainnya serta para kepala Desa se-Kecamatan Wonopringgo.
Program yang melibatkan TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, DPRD, pemerintah desa, hingga masyarakat ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dalam keterangannya usai upacara, Sukirman mengatakan pelaksanaan TMMD merupakan wujud sinergi lintas sektor dalam membangun desa.
“Kami kembali bersinergi dengan TNI dan Polri, khususnya Kodim 0710 yang dikomandani Bapak Chabibi dan juga Pak Kapolres. Bersama jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, lengkap, kita meresmikan atau membuka TMMD Sengkuyung di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, sasaran program TMMD tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Targetnya adalah infrastruktur, lalu kemudian pemberdayaan masyarakat, penyuluhan kesehatan, Posyandu, Tim Penggerak PKK, dan seterusnya. Semua dilakukan bersama TNI, Polri, serta seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, khususnya warga Desa Wonorejo,” katanya.
Menurut Sukirman, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan TMMD sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam meningkatkan kualitas akses masyarakat.
“Yang jelas pertama adalah infrastruktur. Ini bagian penguatan kita dalam melaksanakan janji tentang infrastruktur. Yang kedua tentu saja yang tidak kalah penting adalah manunggalnya, bersatunya TNI dan Polri bersama masyarakat. Yang ketiga adalah pemberdayaan masyarakat, baik ekonomi, kesehatan, dan seterusnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ke depan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) akan terus memetakan wilayah-wilayah yang menjadi prioritas pelaksanaan TMMD berikutnya.
“Dinas PMD sudah mempunyai progres nanti mana saja yang akan kita jangkau, tentu dengan kategori ketersediaan infrastruktur yang memang belum lengkap. Itu yang menjadi titik sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H., menegaskan bahwa TMMD merupakan program yang mengedepankan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun desa.
“Tentunya ini berkat support dari pemerintah daerah. Sasaran utamanya adalah kemanunggalan TNI dan rakyat, bagaimana kita membangun negara ini dari desa. TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tutur Chabibi.
Ia mengatakan, pelaksanaan TMMD juga didukung penuh oleh berbagai unsur, mulai dari Polri, DPRD, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat.
“Dengan kebersamaan ini kita bisa membangun, khususnya Kabupaten Pekalongan agar menjadi lebih maju dan lebih makmur,” imbuhnya.
Untuk sasaran fisik, Chabibi menyebutkan TMMD Sengkuyung III Tahun 2026 akan mengerjakan pembangunan jalan berupa pengerasan dan pengaspalan pada dua segmen dengan total panjang sekitar 695 meter, yang terbagi dalam dua segmen dengan total luas penanganan 2.235 meter persegi.
Selain itu, terdapat sejumlah kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.
“Tentunya kegiatan ini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air, bela negara, dan memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa,” ujarnya.
Terkait penetapan Desa Wonorejo sebagai lokasi TMMD, Chabibi menjelaskan bahwa pemilihan tersebut didasarkan pada kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur.
“Kami TNI melihat kesulitan-kesulitan masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Harapannya, titik-titik yang belum tersentuh oleh pemerintah pusat dapat kita bantu bangun melalui program TMMD,” pungkasnya.
( LELES )







____________________________________________
