Waikelo, http://tipikorinvestigasinews.id- Otoritas Karantina Hewan Waikelo kembali memperketat pengawasan lalu lintas ternak antarpulau dengan menggagalkan pengiriman puluhan ekor kuda yang dinilai tidak memenuhi prosedur administrasi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kepatuhan terhadap ketentuan pengiriman ternak sekaligus mendukung pelestarian populasi kuda Sandalwood di Pulau Sumba.
Kepala Karantina Waikelo, drh. Verderika Lobo, mengatakan penindakan tersebut merupakan kali kedua yang dilakukan pihaknya terhadap rencana pengiriman kuda tujuan Jeneponto, Sulawesi Selatan, dalam periode berjalan.
“Petugas mencatat ada 51 ekor kuda yang tidak dapat diproses pengirimannya karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Ini merupakan kedua kalinya kami menggagalkan pengiriman non-prosedural melalui Pelabuhan Waikelo menuju Jeneponto,” ujar drh. Verderika Lobo saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, sebanyak 51 ekor kuda yang tercatat milik tiga pengguna jasa berinisial H, DT, dan S saat ini masih berada dalam pengawasan Karantina Waikelo dan tidak diizinkan diberangkatkan. Pihaknya juga telah meminta para pemilik untuk mengosongkan fasilitas karantina sesuai ketentuan.
“Hewan-hewan tersebut tidak diberangkatkan dan masih berada dalam pengawasan kami. Karena itu, informasi yang menyebutkan kuda-kuda tersebut telah lolos pengiriman tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Verderika.
Ia menjelaskan, pengiriman tidak dapat diproses karena kuota pengeluaran kuda dari wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya telah terpenuhi. Berdasarkan data yang dimiliki Karantina, kuota resmi sebanyak 330 ekor telah habis digunakan sehingga pengajuan di luar kuota tidak dapat dilayani.
Di sisi lain, Karantina Waikelo menegaskan bahwa pengiriman ternak yang memenuhi seluruh persyaratan tetap dilaksanakan. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 134 ekor kuda Sandalwood dengan dokumen lengkap diberangkatkan menuju Jeneponto setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan administrasi sesuai prosedur.
Otoritas Karantina bersama instansi terkait, termasuk Syahbandar, menyatakan akan terus menyinkronkan data manifest dan memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas ternak melalui Pelabuhan Waikelo. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan perdagangan ternak berlangsung sesuai regulasi sekaligus mendukung pelestarian kuda Sandalwood yang memiliki nilai budaya penting bagi masyarakat Sumba, termasuk dalam tradisi Pasola.
Reporter: Gunter Guru Ladu Meha







____________________________________________
