Lahat- http://tipikorinvestigasinews.id -Di saat sebagian besar pasangan pengantin sibuk mempersiapkan dekorasi mewah dan sesi foto pernikahan, masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Lahat justru masih mempertahankan sebuah tradisi unik yang diwariskan turun-temurun dari nenek moyang.
Tradisi tersebut dikenal dengan nama Pantauan Bunting, sebuah adat yang mengharuskan pasangan pengantin baru berkeliling kampung sebelum resepsi digelar.
Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Besemah yang sarat akan nilai kekeluargaan, gotong royong, dan silaturahmi. Dalam pelaksanaannya, pasangan pengantin diajak mengunjungi rumah-rumah kerabat, tetangga, hingga tokoh masyarakat untuk bersilaturahmi sekaligus menikmati hidangan yang telah disiapkan bersama.
Suasana hangat pun terasa di setiap kunjungan. Pengantin disambut penuh suka cita, sementara keluarga dan warga berkumpul dalam kebersamaan yang sulit ditemukan di tengah kehidupan modern saat ini. Tak hanya sekadar makan bersama, tradisi tersebut menjadi simbol penerimaan masyarakat terhadap pasangan yang akan membangun rumah tangga baru.
Menariknya, warga yang dikunjungi biasanya turut berpartisipasi menyiapkan berbagai sajian makanan. Kebiasaan ini dilakukan sebagai bentuk gotong royong untuk membantu meringankan beban keluarga yang sedang menggelar hajatan pernikahan. Dari sinilah nilai persaudaraan dan kepedulian sosial tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Namun seiring perkembangan zaman, tradisi Pantauan Bunting tidak lagi dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Lahat. Modernisasi, perubahan pola hidup, hingga pergeseran budaya membuat sebagian daerah mulai meninggalkan tradisi tersebut.
Meski demikian, adat ini belum sepenuhnya hilang. Hingga kini masih ada sejumlah desa dan wilayah di Kabupaten Lahat yang tetap mempertahankan Pantauan Bunting sebagai bagian penting dari rangkaian pernikahan adat.
Masyarakat yang masih menjalankannya meyakini bahwa tradisi tersebut bukan hanya warisan budaya, tetapi juga cara menjaga hubungan kekeluargaan agar tetap erat dari generasi ke generasi.
Keberadaan Pantauan Bunting menjadi bukti bahwa di tengah derasnya pengaruh budaya modern, masyarakat Lahat masih memiliki komitmen kuat untuk menjaga identitas dan kearifan lokal. Tradisi yang sederhana namun penuh makna ini terus hidup melalui semangat kebersamaan yang diwariskan para leluhur.
Karena itulah, berbagai upaya pelestarian terus didorong agar Pantauan Bunting tidak sekadar menjadi cerita masa lalu. Sebab di balik langkah pengantin yang berkeliling kampung, tersimpan pesan mendalam bahwa sebuah pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempererat ikatan seluruh masyarakat dalam satu keluarga besar.
(Syahrial)







____________________________________________
