Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Menempuh perjalanan spiritual di pertengahan bulan suci, Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Al-Mujahidin, Kecamatan Singkohor, pada Senin malam (02/03/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menekankan pentingnya menjaga persaudaraan (ukhuwah) sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Kehadiran Bupati bersama jajaran unsur Forkopimda dan kepala SKPK disambut hangat oleh masyarakat setempat. Momen yang bertepatan dengan malam ke-13 Ramadhan 1447 H ini dijadikan sarana bagi pemerintah daerah untuk menyapa langsung masyarakat sekaligus menyerap aspirasi di tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Bupati Safriadi Oyon mengibaratkan Ramadhan sebagai “Musim Semi bagi Jiwa”. Ia mengingatkan jamaah bahwa perjalanan ibadah telah memasuki separuh jalan, sehingga semangat untuk beribadah tidak boleh mengendur.

“Jangan biarkan langkah kita melemah, jangan biarkan semangat kita layu sebelum panen pahala tiba. Di malam ke-13 ini, kita seperti musafir yang tengah menuju telaga ampunan dan ketaqwaan,” ujar Bupati di hadapan ratusan jamaah.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti dinamika sosial di Aceh Singkil. Ia menegaskan bahwa Singkohor merupakan wilayah yang subur akan nilai religius dan kebersamaan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.

“Aceh Singkil adalah rumah kita bersama. Jika ada perbedaan, selesaikan dengan musyawarah. Jangan biarkan prasangka menjadi bara, dan jangan biarkan isu menjadi api yang membakar persaudaraan,” tegasnya.

Beliau juga mengutip Surah Al-Hujurat ayat 10, mengingatkan bahwa perdamaian antar saudara adalah jalan untuk mendapatkan rahmat Allah SWT. Menurutnya, Ramadhan harus mengajarkan setiap individu untuk lebih banyak memaafkan daripada menyalahkan.
Bupati menegaskan bahwa program Safari Ramadhan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya membawa program pembangunan secara fisik, tetapi membawa niat untuk mendengar, menyapa, dan mempererat ukhuwah antara pemerintah dan masyarakat. Kami ingin memastikan pembangunan Aceh Singkil ke depan berjalan dengan hati yang bersih,” tambahnya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Aceh Singkil agar menjadi daerah yang lebih religius, damai, dan bermartabat. Turut hadir dalam rombongan tersebut di antaranya Ketua DPRK Aceh Singkil, Dandim 0109, Kapolres, Kajari, serta para pimpinan lembaga keistimewaan Aceh lainnya.{*}
Rwporter Aceh Singkil: Khalikul Sakda.







____________________________________________
