Tanjung Beringin, Sergai ,tipikorinvestaginews.id – Dalam upaya intensif menekan penyebaran penyakit malaria, UPTD Puskesmas Tanjung Beringin melaksanakan kegiatan kunjungan rumah pasien malaria yang dipusatkan di Dusun 3 Puncak, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai.
Selain di Dusun 3, kegiatan juga menyasar Dusun 1, Dusun 2, dan Dusun 4, sebagai bagian dari pemantauan menyeluruh terhadap lingkungan yang berisiko.

Kegiatan dipimpin langsung oleh tim kesehatan yang terdiri dari Petugas Malaria, Petugas Promosi Kesehatan (Promkes), Petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling), Bidan Desa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara keluarga pasien dengan Puskesmas, sebagai bentuk kesanggupan keluarga untuk memastikan pasien minum obat malaria secara rutin hingga tuntas.
Sebagai langkah pemantauan, tim juga menempelkan tanda list merah di depan rumah pasien sebagai penanda bahwa penghuni sedang dalam masa pengobatan. Ini bertujuan agar masyarakat turut memperhatikan dan menghindari potensi penularan lebih luas.
Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Beringin, drg. Sherlyta Mutia Hutabarat, menjelaskan bahwa penanganan malaria memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami ingin membangun budaya peduli. Disiplin dalam minum obat harus didukung keluarga, sementara lingkungan sekitar juga harus dijaga agar nyamuk tidak berkembang biak,” ujar drg. Sherlyta.
Selain itu, tim Puskesmas juga melakukan inspeksi lingkungan untuk mendeteksi genangan air dan tempat-tempat lembap yang bisa menjadi sarang nyamuk Anopheles, vektor penyebab malaria.
Sebagai upaya pencegahan tambahan, masyarakat dianjurkan menanam tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah, seperti:
Bunga Tai Ayam (Lantana Camara)
Lavender
Serai Wangi
Tanaman ini secara alami memiliki aroma yang tidak disukai nyamuk dan bisa membantu mengurangi risiko gigitan.
Imbauan Kesehatan Tambahan: Puskesmas juga melarang warga keluar rumah pada malam hari jika tidak mengenakan pakaian pelindung seperti baju lengan panjang dan celana panjang. Hal ini penting mengingat nyamuk Anopheles umumnya menggigit pada malam hari hingga subuh. Warga juga dianjurkan menggunakan kelambu saat tidur.
Tim Puskesmas membagikan leaflet edukatif serta menyampaikan arahan langsung kepada warga, sembari merencanakan kunjungan lanjutan untuk memantau kemajuan pasien dan kondisi lingkungan.
Kegiatan berjalan aman dan lancar, serta mendapat dukungan penuh dari warga. Diharapkan, program ini mampu menekan kasus malaria dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit menular berbasis lingkungan dan perilaku hidup sehat.
Penulis:Supriadi Azhar







____________________________________________
