SUMUT-Labuhan batu Utara,tipikorinvestigasinews.id – SMP Negeri 1 Aek Kuo, diduga tidak transparan dalam keterbukaan informasi terkait penggunaan anggaran dana bos tahun Ajaran 2023-2024.
Rabu 30/07/2023 Tim gabungan dari berbagai media redaksi, tipikorinvestigasinews.id ( Korwil Sumut) serta Redaksi dari krimsuspolri.news. Serta dari Lembaga, Jurnal Kota.Com. Melakukan kegiatan kontrol sosial di sekolah tersebut.
Kedatangan tim gabungan dalan melakukan kegiatan kontrol sosial, di sambut oleh (wakasek). Berhubung karena Kepsek tidak masuk, sesuai keterangan sambutan dari wakasek ketika di konfirmasi oleh salah seorang tim.
Sisipan Layar Vidio
Tampak tumpukan meja dan kursi Bertumpuk di dalam Ruangan tak layak pakai dibiarkan begitu saja
Ketika tim setelah memperkenalkan diri atas tujuan dan kedatangan tim disekolah tersebut, salah seorang tim dari redaksi tipikorinvestigasinews.id mangajukan pertanyaan untuk kedatangan tim di beritahukan kepada kepsek melalui wakasek.
Dalan kunjungan tim tersebut wakasek sama sekali tidak mau menghubungin kepala sekolah, dengan alasan ” ia pak akan saya hubungin dan beritahukan kedatangan orang bapak. Selang beberapa waktu wakasek tetap tidak mau menghubungin kepala sekolah, tim heran ada apa dengan wakasek tidak memberi tahu kedatangan kita kepada kepsek.
Dengan rasa curiga dengan sikap wakasek yang semakin risau dan gugup kita menduga bahwa sekolah SMP Negeri 1 Aek Kuo,tidak terbuka terhadap tim awak media dalam konfirmasi terkait penggunaan dan pelaksanaan anggaran dana bos tahun 2023-2024.
Dalam temuan tim menemukan di salah satu ruangan ada beberapa tumpukkan meja dan kursi yang sama sekali tidak layak pakai di biarkan begitu saja.
Sangat di sayangkan juga kita mendapat kan informasi dari salah seorang guru kristen bahwa sekolah SMP tersebut seakan menganak tirikan siswa yg menganut agama kristen. Dimana ruangan kelas anak didik yang mengikuti ajaran kristen sangat tidak di perhatikan, mulai dari meja belajar dan kursi anak didik saat belajar agama. Guru Agama kristen tersebut sangat meminta perhatian untuk bisa sekolah mengagendakan perbaikan sarana dan prasarana meja dan kursi belajar anak didik dalam mengikuti pelajaran agama kristen, segera mungkin.
Dalam RKAS & SPJ Pelaksanaan kegiatan anggaran dana bos mulai dari tahun 2023-2024. Dalam pemeliharaan sarana dan prasarana ‘ Thun 2023 – Rp. 45.158.983.
Rp.25.517.940.
Tahun 2024. Rp.29.461.325.
Rp.43.553.175.
Dari keterangan dan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana seakan tidak terlaksana di duga adanya penyalah gunaan anggaran dana bos dalam sasaran kegiatan tersebut.
Tim awak media juga melihat ruangan perpus yg di mana tidak ada pengembangan di sana, sementara dari penggunaan dan pelaksanaan ada pengembangan kegiatan perpustakaan yg sangat kuat diduga juga tidak tepat sasaran. Dari tahun 2023 tahap satu dan dua. Rp.48.467.500.
Rp.43.689.400.
Tahun 2024. Rp.46.232.000.
Rp.23.407.800.
Kegiatan tersebut di duga tidak tepat sasaran.
Tim awak media dari berbagai redaksi, mengatan pertanyaan terkait kegiatan pelaksanaan anggaran dana bos tersebut kepada wakasek, namun beliau tidak bisa memberikan penjelasan dan keterangan lebih lanjut, terkait kegiatan tersebut.
Tim juga menanyakan keberadaan bendahara dana bos namun wakasek mengatakan tidak masuk sekolah hari ini ” sahutnya”.
Dengan kecurigaan tim awak media terhadap sikap dan jawaban dari wakasek seakan kita menduga bahwa sekolah tersebut di duga telah melakukan tindakan penyalah gunaan anggaran dana bos,tidak tepat sasaran.
Tim meminta nomor washap kepsek dan bendahara tidak di berikan oleh wakasek.
Menurut tanggapan tim bahwa wakasek tersebut seakan-akan menyembunyikan secara tidak langsung informasi terkait penggunaan anggaran dana bos.
Harapan tim awak media, supaya pemerintah terkait dari pihak instansi Inspektorat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara, segera mungkin untuk mengadakan monitoring ulang terkait kegiatan pelaksanaan anggaran dana bos. Dan melakukan pengawasan ketat terhadap kepsek SMP N1 Aek Kuo,sehingga tidak merugikan uang negara dalam kepentingan pribadi.
Reporter: Bz.Zebua.







____________________________________________
