Pidie Jaya -Tipikorinvestigasinews.id
Senin 26 Januari 2026.
Derita akibat bencana banjir bandang masih dirasakan oleh warga Kabupaten Pidie Jaya. Salah satunya adalah Toufik Hidayat (50), warga Gampong Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, yang hingga kini hidup dalam bayang-bayang ancaman keselamatan akibat tumpukan kayu gelondongan yang terdampar tepat di depan rumahnya.

Pria yang akrab disapa Toufik alias Bakso itu tak kuasa menahan air mata saat menjumpai awak media TipikorInvestasi.id di kediamannya. Dengan suara bergetar, ia memohon perhatian serius dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta lembaga internasional agar segera membantu membersihkan kayu-kayu besar yang telah dua bulan lebih menumpuk di depan rumahnya sejak banjir bandang melanda wilayah tersebut.
Menurut Toufik, sejak bencana terjadi, rumahnya belum pernah tersentuh penanganan ataupun bantuan pembersihan. Puluhan batang kayu gelondongan yang terbawa arus banjir masih berserakan, menghalangi akses keluar masuk rumah dan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan keluarga, terutama saat hujan turun deras.
Setiap malam kami tidak bisa tidur nyenyak. Kalau hujan turun, kami takut kayu-kayu ini bergerak dan menimpa rumah atau anak-anak kami,” ungkap Toufik dengan mata berkaca-kaca
Tak hanya mengancam keselamatan, keberadaan kayu gelondongan tersebut juga berdampak pada kondisi kesehatan dan lingkungan.
Kayu yang mulai membusuk menimbulkan bau tidak sedap, menjadi sarang serangga, serta memperburuk kondisi sekitar rumah. Aktivitas keluarga pun menjadi sangat terbatas karena akses jalan tertutup oleh tumpukan kayu besar. Ujar toufik alias bakso
Liputan syarli aceh







____________________________________________
