Aceh Singkil | Tipikorinvestigasinews.id ~ Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, mendapat respons cepat dari jajaran kesehatan. UPTD Puskesmas Singkil Mende sigap meluncurkan program puskesmas keliling untuk memastikan seluruh korban banjir mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal. Program ini, yang telah dimulai sejak 1 Desember 2025, menyasar langsung posko-posko pengungsian di daerah terdampak.

Kepala UPTD Puskesmas Singkil Mende, dr. Yuna Marini Sianipar, memimpin langsung tim medis dalam upaya kemanusiaan ini. “Puskesmas keliling ini kami laksanakan untuk memastikan korban banjir mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. Sejak tanggal 1 Desember 2025, tim medis sudah turun langsung ke posko-posko pengungsian di Kecamatan Singkil,” terang dr. Yuna Marini Sianipar pada Selasa (2/12/2025).

Dominasi Penyakit Akibat Lingkungan Lembap
Tim medis Puskesmas Singkil Mende menemukan bahwa penyakit yang paling banyak diderita oleh korban banjir didominasi oleh kondisi yang rentan terjadi pasca-banjir. “Penyakit paling banyak adalah gatal-gatal, batuk, luka, pening, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), disusul dermatitis dan diare,” jelas dr. Yuna. Ia menambahkan, kondisi ini kerap muncul akibat lingkungan yang lembap serta buruknya sanitasi yang menjadi tantangan utama saat banjir melanda.

Fokus penanganan juga diberikan kepada kelompok rentan. “Sebagian besar pasien yang kami tangani adalah anak-anak dan lansia. Kasus terbanyak ditemukan di Kelurahan Ujung Bawang dan Desa Pea Bumbung, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil,” tambahnya, menunjukkan perhatian khusus terhadap kelompok usia yang paling mudah terdampak.

Edukasi Kesehatan sebagai Pilar Pencegahan
Tak hanya berfokus pada pengobatan kuratif, tim medis Puskesmas Singkil Mende juga aktif dalam upaya promotif dan preventif, salah satu anggota tim, menyoroti pentingnya edukasi kesehatan lingkungan. “Kami tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang cara menjaga kebersihan lingkungan, mengelola air bersih, dan mencegah penyebaran penyakit pasca-banjir,” ungkapnya. Penyuluhan ini diharapkan dapat membekali warga dengan pengetahuan untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga di tengah kondisi yang menantang.
Komitmen Pemantauan Berkelanjutan
Menutup pernyataannya, dr. Yuna Marini Sianipar menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memonitor kondisi kesehatan para korban banjir. “Kami akan terus melakukan pemantauan dan jika ada warga yang mengalami gejala penyakit, kami siap memberikan penanganan secepatnya,” tutupnya. Hal ini menunjukkan kesiapan Puskesmas Singkil Mende untuk memberikan layanan kesehatan jangka panjang dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat pasca-bencana.
Upaya Puskesmas Singkil Mende ini menjadi contoh nyata kesigapan sektor kesehatan dalam menghadapi bencana, tidak hanya melalui pengobatan tetapi juga edukasi dan pemantauan berkelanjutan demi kesehatan masyarakat terdampak.{*}
[Khalikul Sakda]







____________________________________________
