Kota_Langsa tipikorinvestigasinews.id 13/10/2025 Sebuah Mobil Xenia BL 1654 FC di duga di rampas secera paksa oleh Debt Collector PT Adira Finance di Kota Langsa Senin 6 Oktober 2025.
Pemilik mobil yang bernama Nurlela (47) warga Paya bujok Tunong kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, merasa keberatan atas tindakan pihak Debt Collector yang menarik paksa mobil yang berwarna hitam tersebut.
Dirinya tidak bermaksut untuk tidak membayar atau menyembunyikan mobil tetapi karna ianya bekerja di luar kota dan ada keterlambatan gajian di tempat kerjanya, jadi ada sedikit keterlambatan untuk membayar cicilan.
Kamis tanggal 2 Oktober Irfan (25) Anak/menantu Nurlela, bermaksut untuk membayar tagihan yang tertunda 3 bulan tersebut tetapi tidak bisa karna pembayaran telah di blokir.
Ini sungguh aneh, saat ingin membayar kenapa justru di blokir? Tutur Lela kepada media ini pada jum’at 10 oktober 2025 di kediamanyan di Gampong Paya bujok Tunong kecamatan Langsa Baro Kota Langsa.
Mobil di duga di rampas oleh Debt Collector dari Adira Finance pada tanggal 6 Oktober 2025 dari tangan Azizi saat mengisi BBM di galon Harapan kota Langsa.
Hari Selasa tanggal 7 Oktober 2025 Suhaidi (56) suami Lela, datang ke kantor adira untuk membayar cicilan mobil yang tertunda pembayaranya selama 3 bulan, tetapi alangkah terkejutnya ia ketika hendak membayar ternyata yang harus di bayar bukanya 3 bulan tetapi 6 bulan.
Yang tertunda 3 bulan tetapi kok harus bayar 6 bulan? Ini bentuk pemaksaan oleh pihak Adira yang seenaknya membuat aturan sendiri dan merugikan nasabah.
Selain itu pihak Adirapun meminta uang tambahan sebesar 10 juta dengan alasan uang biaya operasi pencarian mobil.
Ini adalah pemerasan oleh Debt Collector Adira yang merkesan memanfaatkan situasivsaat nasabah terjepit, papar Lela menambahkan.
Dengan terpaksa pada Jum’at tanggal 10 Oktober Laila datang untuk membayar walau harus membayar 6 bulan sekaligus, tapi lela kembali terkejut saat pihak Adira meminta untuk melunasi semua cicilan (42 bulan).
Adira Finance adalah lintah darat, mereka ibarat Bunglon yang dapat berubah kapan saja dan di mana saja mereka mau tampa mempertimbangkan kerugian orang lain.
Mereka membuat aturan seenaknya sendiri, ungkap Nurlaila dengan raut wajah penuh kekecewaan terhadap Adira Finance.
Pihak media berusaha bertemu dengan pihak Adira Finance, agar pemberitaan berimbang dan meminta tanggapan atau komentarnya.
Tidak ada tanggapan apapun dari pihak Adira Finance ketika pihak media mengkonfirmasi tentang berita tersebut.##
(Ali-Siji)







____________________________________________
