Lampung, tipikorinvestigasinews.id – Polemik dugaan intimidasi terhadap wali murid yang mengkritisi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, akhirnya memasuki babak baru. Pemilik dapur MBG setempat, Anggun, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka.
Di kutip dari Halaman facebook Lampung Exis, Klarifikasi tersebut muncul setelah beredarnya rekaman video yang memicu perhatian publik. Dalam video sebelumnya, Anggun bersama seorang pria diduga mendatangi rumah wali murid dan melontarkan pernyataan bernada intimidatif usai kritik menu MBG untuk anak Taman Kanak-kanak viral di media sosial, minggu (18/01/2026).
Klarifikasi itu diketahui dari sebuah video (videonya ada di komentar) yang kini beredar luas. Dalam video tersebut, Anggun tampil langsung menyampaikan permohonan maaf atas sikap dan tindakannya yang dinilai menekan wali murid.
Anggun secara khusus meminta maaf kepada Revita, wali murid yang mengkritisi menu MBG, beserta suaminya. Ia mengakui bahwa tindakannya dilakukan dalam kondisi emosi saat berupaya membela dapur MBG yang ia kelola.
“Iya, untuk Mbak Revita, terutama untuk suami juga, saya minta maaf karena tadi sempat mengintimidasi dengan alasan saya membela dapur saya. Ternyata memang dapur saya yang salah,” ujar Anggun dalam video klarifikasinya.
Anggun juga meluruskan alasan dirinya sempat merekam video Revita saat pertemuan berlangsung. Ia menegaskan, perekaman tersebut bukan bertujuan untuk mengancam atau menekan, melainkan sebagai bahan laporan kepada SPPI selaku pengawas dapur MBG.
Menurut Anggun, setiap persoalan yang muncul di lapangan selama ini selalu ia sampaikan kepada SPPI, baik melalui pesan singkat maupun rekaman video, agar pengawas dapat menilai dan menjadi penengah secara objektif.
Ia mengaku tidak memiliki pengalaman dalam menangani konflik dengan wali murid, sehingga memilih menyerahkan sepenuhnya kepada SPPI. Anggun berharap, dengan mendengar langsung keterangan dari semua pihak, pengawas dapur dapat mengambil keputusan yang tepat.
Dalam pernyataannya, Anggun juga mengakui bahwa menu MBG yang disajikan kepada anak-anak Taman Kanak-kanak tersebut memang tidak pantas dan tidak layak. Pengakuan itu disampaikan meski menu berada di bawah kendali dirinya, ahli gizi, serta telah melalui proses dari SPPG.
“Jujur, itu di bawah kendali saya, di bawah kendali ahli gizi juga, lolos dari SPPG, dan menurut saya menu segitu itu memang tidak pantas,” ucapnya.
Di akhir klarifikasinya, Anggun kembali menegaskan permohonan maaf kepada wali murid yang merasa dirugikan. Ia menyampaikan permintaan maaf secara pribadi maupun atas nama dapur MBG Sekincau, seraya berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. ( Red )







____________________________________________
