Masyarakat Desa Karangjati Adakan Tradisi Bersih Desa (Nyadran)

Ngawi, tipikorinvestigasinews.id – Setiap tahun, tradisi Bersih Desa (Nyadran atau Sadranan) menjadi momen yang sangat berarti bagi masyarakat Desa Karangjati Kabupaten Ngawi . Ritual sosial spiritual yang sudah eksis selama ratusan tahun ini, memperkuat silaturahmi antar warga dan hubungan kekerabatan. Perayaan Bersih Desa atau Nyadran menjadi katalis untuk mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat, Senin (9/6/2025)

Kegiatan ini mencakup pembersihan makam leluhur, tabur bunga (nyekar), dan puncaknya adalah kenduri selamatan dan doa di makam leluhur di lanjut pengajian dengan menghadirkan Mubaligh. Tradisi ini memiliki nilai-nilai sosial dan budaya, seperti gotong royong, pengorbanan, ekonomi, serta menjalin silaturahmi serta berbagi antar warga.

Warga desa Karangjati masih menjaga tradisi ini, bahkan tradisi bersih desa atau nyadran sudah diadakan di tingkat dusun. Setiap wilayah dusun mengadakan kegiatan bersih desa atau nyadran. ( Karangjati dan dusun bangon pada hari ini 9/6) hingga selesai. Sedangkan Tanggal 10/6 dilanjut acara Tayuban di rumah bayan Mujiono hingga selesai.

Nyadran sendiri berasal dari tradisi Hindu-Budha. Sejak abad ke-15 para Walisongo menggabungkan tradisi tersebut dengan dakwahnya, agar agama Islam dapat dengan mudah diterima. Pada awalnya para wali berusaha meluruskan kepercayaan yang ada pada masyarakat Jawa saat itu tentang pemujaan roh yang dalam agam Islam dinilai musyrik. Agar tidak berbenturan dengan tradisi Jawa saat itu, maka para wali tidak menghapuskan adat tersebut, melainkan menyelaraskan dan mengisinya dengan ajaran Islam, yaitu dengan pembacaan ayat Al-Quran, tahlil, dan pengajian bersama. Nyadran dipahami sebagai bentuk hubungan antara leluhur dengan sesama manusia dan dengan Tuhannya.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun budaya gotong royong di masyarakat, memperkuat ikatan persaudaraan antar warga, menjadi sarana untuk bertukar informasi, juga menjadi sarana mensosialisasikan program pemerintah serta menjadi ruang untuk menjaring aspirasi dari masyarakat.

Ustad Samino selaku modin desa Karangjati mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan har ini, walau kondisi hujan dari tadi malam tidak menyurutkan niat warga datang dan bahu membahu bersihkan makam juga tabur bunga di makam leluhurnya.

“Meski diadakan secara sederhana, rangkaian acara Bersih Desa atau Nyadran cukup khidmat, menarik, dan menyentuh perasaan, membawa peserta seakan terlempar kembali ke nostalgia masa lalu di bawah rintikan hujan” ujarnya.

Kepala desa Karangjati ibu Sumini, berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan, jangan sampai era modern memupus tradisi budaya warisan leluhur adat budaya lokal yang harmonis.

“Semoga di tahun berikutnya kita masih tetap mengadakan acara bersih desa atau nyadran dengan lebih meriah dan dengan kebersamaan yang terjalin” ungkapnya.

Sutiyani warga Karangjati mengungkap perasaan senang dengan adanya bersih desa seperti ini, kita dapat berkumpul dengan warga lain walaupun gerimis tetep antusias menghadiri, acara yang diadakan setahun sekali sebagai simbol tradisi yang masih lestari.

“Alhamdulillah lancar dan khidmat walau gerimis, intinya kami senang dan gembira acara bersih desa berjalan sesuai harapan walau sederhana tapi sangat bermakna untuk kita semua” terangnya. ( Arfito )

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *