Balikukup, tipikorinvestigasinews.id – 17 Okteber 2025 – Kisruh dugaan ketidaktransparanan dana Proyek Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kampung BaliKukup, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau, memasuki babak baru yang tegang. Setelah dituding mengalihkan isu dan menghalang-halangi permintaan rapat transparansi anggaran, Ketua RT 02 Balikukup kini secara terbuka menantang media dan menolak tuduhan warga dengan nada yang dinilai arogan dan tidak etis.
Respons terbaru dari pejabat lokal ini tidak hanya gagal meredakan situasi, tetapi justru memperkuat dugaan adanya manuver untuk menutupi penyimpangan dana, mendorong masyarakat mendesak intervensi segera dari penegak hukum.
Inti permasalahan yang dipersoalkan warga BaliKukup adalah kejelasan penggunaan dana PLTS. Warga menuntut akuntabilitas terbuka atas anggaran proyek, namun Ketua RT 02 justru disebut-sebut mencoba memengaruhi mereka untuk menuding pemberitaan media sebagai kebohongan, alih-alih memberikan data yang diminta.
Ketika dikonfirmasi langsung oleh tim media, Ketua RT 02 memberikan respons yang sangat kontroversial dan sarat emosi, meremehkan peran jurnalisme investigasi:
“Masarakat mana yg saya ajak kamu jangan ngada’ ngada. Kalau perlu datanglah kesini di tunggu. Maaf ya? Saya TDK punya urusan sama anda,” ujar Ketua RT 02, menanggapi tudingan pengalihan isu.
Bahkan, ia sempat menantang kredibilitas laporan pers: “Jika kamu TDK sebutkan namanya [narasumber], berarti kamu cuman mengada ngada.”
Tanggapan yang dinilai arogan, tidak etis, dan intimidatif ini, menurut warga, semakin menguatkan indikasi bahwa Ketua RT 02 tengah berupaya menghindar dari pemeriksaan publik.
Sebelumnya, Kepala kampung berulang kali menunda rapat transparansi dengan alasan yang berubah-ubah, dari “menunggu Camat Batu Putih” hingga “nanti.”
Sikap defensif dan penolakan terbuka Ketua RT 02 ini langsung mendapat sorotan tajam dari akademisi.
Seorang Pengamat Jurnalistik menilai bahwa respons tersebut adalah upaya delegitimasi pers sekaligus manuver untuk meredam kecurigaan.
“Tindakan Ketua RT ini sangat arogan sekali. Seharusnya jalur klarifikasi resmi yang ditempuh, bukan malah menyerang balik dan menantang media, apalagi dengan nada yang tidak pantas bagi seorang pejabat publik,” tegas Pengamat tersebut.
“Sikap arogan dan respons yang tidak substantif ini justru mengindikasikan kepanikan dan semakin membenarkan kecurigaan masyarakat atas dugaan keterlibatannya dalam pusaran dana PLTS.”Tandasnya
Masyarakat BaliKukup kini melangkah lebih jauh. Mereka secara kolektif mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) dan Kejaksaan segera mengambil alih kasus ini untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana PLTS.
“Kami sangat curiga dengan tindakan Ketua RT ini, diduga ada keterlibatan dalam dana PLTS. Responsnya yang menantang itu menunjukkan dia tidak berniat transparan. Kami mohon APH turun tangan sebelum bukti-bukti yang dicurigai hilang,” tutur salah seorang warga dengan nada mendesak.
Situasi ini memposisikan Camat Batu Putih dan institusi penegak hukum setempat dalam sorotan tajam, di mana transparansi publik dan integritas pejabat lokal dipertaruhkan.
(Syamsul)







____________________________________________
