Aceh Singkil,Tipikorinvestigasinews.id–
Bupati Aceh Singkil, H. Sapriadi,Sh. secara resmi melantik sebanyak 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) Formasi Tahun 2024 pada Rabu, {01/04/ 2026}
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Op-Room Kantor Bupati Aceh Singkil dan menandai penetapan status kepegawaian mereka sebagai ASN 100 persen di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.
Acara pelantikan turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wakil Bupati Aceh Singkil, Ketua DPRK Aceh Singkil, Kapolres Aceh Singkil, Kajari Aceh Singkil, Ketua Pengadilan Negeri Aceh Singkil, Ketua Mahkamah Syariah Aceh Singkil, Ketua MPU Aceh Singkil, Penjabat Sekretaris Daerah, serta para kepala SKPK, camat, dan undangan lainnya.
Dalam suasana penuh khidmat, para ASN yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan sebagai bentuk komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Momentum ini menjadi titik awal pengabdian yang lebih utuh, setelah sebelumnya melalui serangkaian proses seleksi yang ketat, masa percobaan, serta pembuktian integritas dan kinerja.
Dalam sambutannya, H. Sapriadi, sh.
menegaskan bahwa hari pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan status, penguatan tanggung jawab, dan awal dari pengabdian yang sesungguhnya sebagai Aparatur Sipil Negara.
“Pagi ini menjadi momen penting, khususnya bagi saudara-saudara yang menerima SK 100 persen. Ini adalah bentuk kepercayaan negara yang harus dijaga dengan penuh kesungguhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan tiga pesan utama yang harus menjadi pedoman bagi seluruh ASN yang baru dilantik. Pertama, ASN adalah pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani. Jabatan yang diemban bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme, kecepatan pelayanan, serta sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. “Masyarakat Aceh Singkil menaruh harapan besar kepada saudara semua,” tegasnya.
Pesan kedua yang disampaikan adalah pentingnya membangun integritas tanpa kompromi. Ia mengingatkan agar ASN tidak tergoda oleh praktik-praktik yang dapat mencederai kepercayaan publik. Kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam bekerja.
“Integritas adalah fondasi utama ASN. Satu kesalahan dapat merusak reputasi pribadi dan institusi,” katanya mengingatkan.
Sementara itu, pesan ketiga adalah agar ASN mampu menjadi pribadi yang adaptif dan inovatif. Di tengah tantangan birokrasi yang semakin kompleks, digitalisasi, serta tuntutan pelayanan yang cepat, ASN dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan inovasi dalam bekerja.
“Jangan puas dengan rutinitas. Jadilah bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” pungkasnya.
Pelantikan ini diharapkan mampu melahirkan ASN yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta menjadi motor penggerak kemajuan di Kabupaten Aceh Singkil.{syah}.







____________________________________________
