OKU Timur, Sumatera Selatan ,http://tipikorinvestigasinews.id – Gas elpiji merupakan salah satu kebutuhan pokok rumah tangga, khususnya bagi ibu rumah tangga. Terkendalanya pasokan serta kenaikan harga gas elpiji dinilai dapat memengaruhi stabilitas perekonomian keluarga.
Hal tersebut disampaikan Ida, seorang ibu rumah tangga asal Desa Sriwangi. Ia mengaku kesal karena harga gas elpiji di tingkat warung atau pengecer telah mencapai Rp40.000 per tabung.
“Gara-gara harga gas elpiji yang melonjak, sebagai ibu rumah tangga kami bingung mengatur uang belanja. Akhirnya harus mencukup-cukupkan agar semua kebutuhan tetap bisa terbeli,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (11/7/2026).
Sementara itu, H, salah seorang pengecer gas elpiji di Desa Taraman, mengaku saat ini pasokan gas elpiji sangat sulit diperoleh.
“Kalau ada yang menjual seharga Rp30.000 per tabung, saya beli semuanya, meskipun sampai satu mobil, karena memang barangnya sulit didapat,” katanya.
Untuk memperoleh penjelasan terkait kondisi tersebut, awak media telah berupaya meminta keterangan kepada pihak-pihak terkait. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun penjelasan resmi mengenai penyebab harga gas elpiji yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Redaksi tipikorinvestigasinews.id membuka ruang hak jawab dan hak,koreksi dan klarifikasi kepada instansi maupun pihak terkait apabila ingin memberikan penjelasan atau tanggapan atas pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.







____________________________________________
