Ka ompek Suku Nagori Koto Nan Ompek menyatakan Lahan Pasar Blok Barat Milik Ulayat

Sumbar- Payakumbuh, tipikorinvestigasinews.id — Dalam Adat Minangkabau menyebutkan kamanakan barajo kamamak, mamak barajo ka pangulu (ka ompek suku), pangulu barajo ka mufakat, mufakat barajo kanan bana, bana tegak dengan sendirinya.

Kalimat diatas pada intinya berarti dibutuhkan adanya permufakatan yang bulat atau persetujuan dari seluruh anggota kaum dalam menentukan sebuah keputusan atau pernyataan.

Hukum Adat Minangkabau, undang-undang nagari atau undang-undang pembentukan nagari menyebutkan dalam sebuah Sya’ir Minang yang indah :
Urang gadih bakarek kuku,
dikarek pisau sirawik
Parawik batuang tuonyo,
batuang tuo ambiak ka lantai,
Nagari baka ampek suku,
dalam suku babuah paruik,
Kampuang banan tuo,
rumah batungganai”.

Artinya di dalam sebuah nagari harus ada kaampek suku, setiap suku dipimpin oleh seorang kapala suku yang disebut penghulu/datuak/kepala kaum.

Setiap suku terdiri dari beberapa buah paruik (keturunan menurut garis ibu/matrilineal), dan kampuang banan tuo artinya ada orang yang dituakan yang disebut dengan tuo kampuang dilingkungan paruik atau pasukuan tersebut, dan untuk rumah batungganai sendiri terdiri atas beberapa buah rumah dan setiap rumah dipimpin oleh seorang pemimpin yang disebut tungganai rumah.

Demikianlah, mereka berserikat dan berkumpul dalam Musyawarah Mufakat Niniak Mamak Nagori Koto Nan Ompek pada Jum’at 19/9 di salah satu tempat makan.

Dipimpin ka ampek suku yang berjumlah 4 orang : Dt.Sinaro Kayo, Dt.Mantiko alam, Dt.Pangulu Rajo nan data, Dt.Rajo Pangulu dan Ketua KAN Koto Nan Ompek Dt.Itam beserta 20-an Kepala Suku dalam Nagori Koto Nan Ompek.

Maka bersepakatlah para datuak-datuak dengan bulat dalam sebuah Pernyataan :
“Bahwa Tanah Pasar (Serikat) Payakumbuh (Blok Barat) adalah Tanah Ulayat Nagori Koto Nan Ompek”.

Pernyataan para pemimpin kaum se-Nagari Koto Nan Ompek tentang Tanah Ulayat mereka kembali menjadi kata pertegas dalam mempertahankan Hak mereka yang diterima secara turun-temurun.

Berkelindan benar dengan sebuah Ungkapan Minangkabau tentang Niniak Mamak yang Arif dan bijaksana seperti dibawah ini :

Bak baringin ditangah koto,
ureknyo tampek baselo,
batangnyo tampek basanda,
dahannyo tampek bagantuang,
daunnyo tampek bataduah Jo balinduang

Nan didahulukan salangkah,
Nan ditinggikan sarantiang.
Kapai tampek bantanyo,
Kapulang tampek babarito.

Disamping itu, Pemerintah Kota Payakumbuh diminta untuk menyesuaikan diri dengan “Yurispridensi” (Kepastian hukum) tentang Hak Ulayat (Adat).

Seperti Rumusan Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 menyatakan bahwa “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.”.

“Dengan Berkoordinasi dengan Pemko Payakumbuh dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kita akan bentuk Tim untuk menegaskan kepemilikan Hak Ulayat Pasar Pasar Payakumbuh Blok Barat” Tegas Dt.Sinaro didampingi 3 Kaampek Suku lainnya.

Pernyataan mereka ini menjadi bagian dari mempertahankan Hak Ulayat yang mereka terima dari dahulu, mereka pertahankan untuk sekarang dan mereka wariskan untuk kemenakan pada masa mendatang.

( Mahwel )

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *