Kelangkaan LPG 3 Kg di Kelurahan Pandreng, Petani Sawah Ikut Terdampak

SIDRAP, https://tipikorinvestigasinews.id– Kelangkaan gas LPG 3 kilogram (kg) di Kelurahan Pandreng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, semakin dirasakan masyarakat. Harga gas bersubsidi tersebut dilaporkan mencapai Rp30.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini dinilai sangat menyulitkan rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang selama ini bergantung pada LPG 3 kg untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab kelangkaan dan kenaikan harga LPG 3 kg. Di antaranya adanya dugaan aksi ambil untung oleh oknum pengecer yang memanfaatkan tingginya permintaan dengan menaikkan harga secara sepihak. Selain itu, keterlambatan distribusi dari agen ke pangkalan resmi di wilayah Kecamatan Baranti juga disebut turut memengaruhi ketersediaan stok.

Faktor lainnya adalah penggunaan LPG bersubsidi yang tidak tepat sasaran. Gas melon yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro, diduga turut digunakan oleh kelompok masyarakat yang lebih mampu maupun usaha berskala lebih besar.

Masyarakat yang terdampak diimbau untuk melaporkan kelangkaan maupun penjualan LPG di atas HET melalui Call Center Pertamina 135 dengan menyertakan lokasi dan informasi yang jelas. Selain itu, pengaduan juga dapat disampaikan kepada Dinas Perdagangan Kabupaten Sidenreng Rappang agar dapat dilakukan pengawasan maupun inspeksi terhadap pangkalan dan jalur distribusi.

Warga juga disarankan membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina yang diwajibkan menjual sesuai ketentuan harga yang berlaku.

Selain berdampak pada kebutuhan rumah tangga, kelangkaan LPG 3 kg juga berpengaruh terhadap aktivitas pertanian di Kelurahan Pandreng. Petani sawah yang tidak memperoleh pasokan air dari jaringan irigasi terpaksa memompa air tanah untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan mereka.

Dalam praktiknya, sebagian petani menggunakan mesin pompa yang berbahan bakar LPG 3 kg. Akibat kelangkaan dan tingginya harga gas bersubsidi tersebut, biaya operasional petani ikut meningkat sehingga menambah beban dalam proses pengolahan dan pemeliharaan sawah.

Masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan pasokan dan harga LPG 3 kg, sehingga kebutuhan rumah tangga, usaha mikro, dan sektor pertanian dapat kembali berjalan normal.

Pewarta: Darman Ardi

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *