Kuningan-tipikorinvestigasinews.id-Keberadaan kawasan wisata Arunika di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, selama ini lebih sering dipandang dari sudut keindahan lanskap dan geliat pariwisata. 3 Februari 2026
Namun peta geologi Gunung Ciremai memberikan sudut pandang berbeda: kawasan ini berdiri di atas lereng vulkanik dengan karakter geologi tertentu yang secara ilmiah tidak dapat diperlakukan sebagai lahan biasa.
Peta Geologi Lapangan Panas Bumi Gunung Ciremai menunjukkan bahwa wilayah Cisantana merupakan bagian dari sistem vulkanik Gunung Ciremai yang masih aktif secara geologi.
Meski berada di luar kawah utama, kawasan ini tetap dipengaruhi oleh proses vulkanisme masa lalu serta dinamika struktur bawah tanah yang membentuk kondisi alamnya saat ini.
Dalam peta tersebut, kawasan wisata Arunika berada pada zona yang tersusun oleh produk vulkanik Gunung Ciremai, Gunung Gegerhalang, dan Gunung Putri. Material penyusunnya berupa lava, breksi, dan tuf vulkanik—jenis batuan yang dikenal memiliki sifat rapuh, berpori, dan mudah mengalami pelapukan, terutama apabila terjadi perubahan kontur lahan dan gangguan tutupan vegetasi alami.
Karakter batuan ini sangat berpengaruh terhadap stabilitas lereng. Dalam kondisi alami, keseimbangan tercipta melalui kemiringan lereng yang stabil, vegetasi penahan tanah, serta pola aliran air yang menyebar.
Namun ketika kawasan tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan aktivitas pembangunan, perubahan tata guna lahan, dan meningkatnya beban kawasan, keseimbangan alami itu berpotensi terganggu.
Peta geologi sendiri tidak menyatakan apakah suatu bangunan melanggar hukum atau tidak. Namun peta tersebut berfungsi sebagai alat baca risiko, yang memberikan sinyal awal bahwa lokasi Arunika berada di kawasan dengan tingkat kerentanan geologi tertentu.
Oleh karena itu, setiap bentuk pembangunan dan pengembangan seharusnya didahului dengan kajian teknis yang ketat, mencakup analisis stabilitas lereng, drainase, dan daya dukung tanah.
Dengan demikian, sejak awal peta geologi telah “berbicara” bahwa kawasan wisata Arunika tidak berdiri di atas tanah netral, melainkan di atas sistem alam yang sensitif dan memerlukan perlakuan khusus agar tidak memicu risiko lingkungan di kemudian hari.
Pewarta: Dewa







____________________________________________
