Setelah Lebih Dari Sebulan Dalam Pelarian Hariyanto Tersangka Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Terhadap Seorang Bocah Perempuan Berusia 10 tahun Akhirnya Berhasil di tangkap

T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
───────────────────────────────────

Tulang Bawang, tipikorinnvestigasinews.id – Pelaku dibekuk Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Tulang Bawang pada Rabu, 23 Juli 2025, sekitar pukul 12.00 WIB, di sebuah area perkebunan tebu di Kabupaten Mesuji, Lampung.

Kasus ini menyita perhatian publik sejak pertama kali mencuat. Korban, seorang anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar, ditemukan tak bernyawa di sebuah mes buruh.

Tragedi ini menyisakan luka mendalam, tak hanya bagi keluarga korban, tapi juga bagi masyarakat luas yang masih berharap anak-anak bisa tumbuh dalam lingkungan yang aman.

Bacaan Lainnya

“Benar, pelaku sudah ditangkap. Penangkapan dilakukan oleh anggota yang menyamar sebagai buruh tebu. Setelah dikepung, pelaku mengakui perbuatannya,” kata Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Noviarif Kurniawan, saat dihubungi Metro TV, Rabu siang.

Hariyanto diketahui telah melarikan diri sejak 22 Juni 2025. Dalam pelariannya, ia menjalani hidup berpindah-pindah, menyamar sebagai buruh harian, dan sempat bekerja di perkebunan tebu milik PT Silpa sejak 16 Juli 2025.

Selama itu pula, ia tak memiliki alat komunikasi dan tinggal secara berpindah di hutan maupun rumah warga, membuat pencarian semakin sulit.

Pihak kepolisian berhasil membekuk pelaku berkat laporan warga yang mengenali wajahnya dan menyampaikan informasi melalui kanal Halo Pak Kapolres.

Respons cepat pun dilakukan oleh jajaran Polres Tulang Bawang yang langsung menurunkan tim ke lokasi.

“Selama pelarian, dia hidup nomaden, tanpa alat komunikasi dan sempat bersembunyi di hutan. Ini yang menyulitkan pencarian selama sebulan terakhir,” jelas AKP Noviarif.

Kini, masyarakat menanti proses hukum yang transparan dan tegas agar tragedi ini tidak sekadar menjadi catatan kriminal, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kejahatan terhadap anak harus diberi perhatian serius oleh semua pihak.

Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan keadilan dapat benar-benar ditegakkan. ( Andi )

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *