Stok Kantong Darah dan Obat Kritis Rumah Sakit Kosong, Manajemen Sebut Kendala Distribusi Nasional

SUMBA BARAT DAYA, Kamis (28/5/2026) , http://tipikorinvestigasinews.id-Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kembali mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Media Tipikor Investigasi News. Id menemukan adanya keluhan dari keluarga pasien terkait kekosongan fasilitas kritis, mulai dari kantong darah untuk pasien darurat hingga ketersediaan obat mendasar seperti Parasetamol.

Penelusuran bermula dari keluhan salah satu keluarga pasien asal Kecamatan Wewewa Barat pada Rabu pekan lalu (20/5/2026). Pasien yang dalam kondisi kritis dengan kadar Hemoglobin (HB) rendah menyentuh angka 4, sempat tertahan proses transfusinya. Pihak keluarga yang sudah siap mendonorkan darah harus menunggu lama karena kantong darah di rumah sakit kosong, sehingga petugas harus mengambil terlebih dahulu ke Rumah Sakit Karitas.

Kondisi ini diperkuat oleh kesaksian salah satu pendonor darah berinisial PL asal Kecamatan Wewewa Barat. Melalui sambungan telepon di Weetebula pada Kamis (28/5/2026), PL mengonfirmasi bahwa RSUD memang sama sekali tidak memiliki stok kantong darah siap pakai saat dirinya hendak mendonorkan darah pada Rabu (20/5/2026) lalu.

“Rumah sakit tidak memiliki stok kantong darah yang siap pakai pada saat menyumbang darah, sehingga proses pelayanan medis terhambat karena harus menunggu pengiriman kantong darah dari Rumah Sakit Karitas dan tindakan donor darah baru dapat dilaksanakan setelah kantong darah tersebut tiba,” ungkap PL kepada media.

Menanggapi persoalan tersebut, Direktur RSUD, dr. Elfrida Marpaung memberikan klarifikasi langsung mengenai duduk perkara kelangkaan logistik medis ini kepada TipikorInvestigasiNews.Id.

Direktur RSUD menjelaskan bahwa kekosongan kantong darah bukan disebabkan oleh kelalaian internal, melainkan akibat kendala distribusi dari pihak produsen di tingkat pusat yang berdampak secara nasional.

“Kami melakukan pengadaan secara resmi lewat e-katalog LKPP langsung ke prinsipal. Namun, jika stok di distributor pusat kosong karena masalah produksi, kami di daerah harus menunggu. Ditambah lagi, memasuki pertengahan tahun ini terjadi lonjakan kunjungan pasien yang cukup signifikan,” ujar Ibu Direktur saat dikonfirmasi.

Pihak manajemen menyatakan telah mengajukan pemesanan sejak akhir April lalu dengan estimasi waktu pengiriman satu bulan. Namun, hingga tenggat waktu yang ditentukan, barang belum kunjung tiba sehingga memaksa rumah sakit mengajukan adendum (perpanjangan) waktu pengadaan.

Langkah Darurat Rumah Sakit
Guna menyelamatkan pasien di tengah kekosongan stok, pihak RSUD mengklaim telah melakukan sejumlah langkah mitigasi darurat:

Pembelian Lokal Terbatas:

Rumah sakit melakukan pembelian langsung ke Apotek dan RS Karitas terdekat, meski jumlahnya sangat dibatasi oleh pihak penyedia.

Pasokan Antar Pulau:
Pihak manajemen akhirnya mengambil kebijakan cepat dengan melakukan pembelian langsung dari wilayah terdekat yang masih memiliki stok, yaitu Bali.

Prosedur Medis Substitusi:
Untuk pasien dengan HB low-critical (HB 4), tim medis menerapkan penanganan alternatif berupa pemberian obat penstabil kondisi dan cairan pengganti sementara sembari mencari sumber pendarahan utama.

Terkait keluhan kelangkaan obat-obatan dasar seperti Parasetamol, manajemen menyampaikan hal serupa di mana stok di wilayah Sumba (dari Sumba Tengah hingga Sumba Barat) sempat mengalami keterbatasan akibat kendala suplai dari rantai pasok distributor utama.

Imbauan Transparansi dan Saluran Pengaduan
Di akhir konfirmasinya, Direktur RSUD mengapresiasi fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh media massa. Kendati demikian, ia mengimbau kepada keluarga pasien untuk tidak ragu melapor secara langsung melalui posko pelayanan pengaduan internal yang telah disediakan rumah sakit.

Ia puan menyampaikan Pihak manajemen akan melakukan evaluasi secara transparan dan akurat. Untuk saat ini, RSUD memastikan bahwa pengadaan darurat sedang berjalan dan diharapkan ketersediaan kantong darah maupun obat-obatan kritis dapat kembali stabil dalam waktu dekat.

Gunter Guru Ladu Meha
(Tim investigasi)
melaporkan dari Sumba Barat Daya.

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *