ENREKANG, tipikorinvestigasinews.id –
Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Enrekang rupanya belum merata. Di Kecamatan Baraka, tercatat masih ada sekitar enam Sekolah Dasar (SD) yang hingga saat ini sama sekali belum menerima manfaat dari program unggulan pemerintah tersebut.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN 94 Balla. Sejak program ini digulirkan, para siswa di sekolah tersebut belum pernah merasakan pembagian paket makanan bergizi.
Kepala Sekolah SDN 94 Balla, Bapak Norman, mengungkapkan bahwa kendala utama yang menghambat penyaluran program MBG di sekolahnya adalah masalah infrastruktur.
“Kami selama ini belum ada dapat MBG. Kendalanya karena keterbatasan dapur,” ujar Bapak norman saat memberikan keterangan 6 Januari 2026.

Fasilitas dapur yang memadai merupakan salah satu syarat teknis agar pengolahan dan distribusi makanan tetap higienis dan sesuai standar gizi.
Tanpa adanya dapur yang layak, sekolah kesulitan untuk mengelola program tersebut secara mandiri.
Wacana “Diuangkan” Belum Ada Kejelasan
Selain masalah dapur, muncul kabar di kalangan pihak sekolah bahwa bantuan tersebut rencananya akan dialihkan dalam bentuk uang (diuangkan) jika sekolah tidak mampu menyediakan dapur. Namun, hingga berita ini diturunkan, wacana tersebut masih simpang siur.
Pihak sekolah mengaku masih menunggu instruksi dan transparansi lebih lanjut dari dinas terkait. “Saya dengar akan mau diuangkan, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan sama sekali,” tambah sumber di lapangan.
Kondisi ini diharapkan segera mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Enrekang dan Dinas Pendidikan setempat. Mengingat pentingnya asupan gizi bagi tumbuh kembang siswa, sinkronisasi antara kebijakan pusat dan BB kesiapan fasilitas di daerah terpencil seperti Kecamatan Baraka harus segera dibenahi agar tidak terjadi ketimpangan antar sekolah.
(Demmalino tipikor)







____________________________________________
