LSM Teksodama.Gelar Pelatihan Karakter Bagi Pelaku Usaha Dilamongan.

LAMONGAN ,tipikorinvestigasinews id.Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Teknik Sosial Budaya Masyarakat (Teksodama) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat dengan menggelar kegiatan pelatihan pembangunan karakter di tengah situasi nasional yang penuh tantangan, Selasa, 9 September 2025.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan menciptakan masyarakat yang lebih tangguh serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang marak terjadi belakangan ini.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan anggotanya namun juga berbagai elemen masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima (PKL) hingga warga umum yang bukan pedagang. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Teksodama untuk menciptakan karakter masyarakat yang baik dan mampu hidup berdampingan secara harmonis.

Fauzi Nur Rofiq Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Teksodama menyampaikan bahwa pelatihan karakter ini tidak hanya ditujukan kepada pedagang, namun juga kepada berbagai lapisan masyarakat lainnya.

“Kita melibatkan elemen masyarakat secara luas, tidak hanya PKL, karena membangun karakter adalah kebutuhan bersama. Kita ingin semua bisa bersinergi menuju masyarakat yang kuat secara mental dan moral,” ujarnya.

Fauzi menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah membangun karakter masyarakat yang kuat, tangguh, dan memiliki etika sosial yang baik.

Menurutnya, hal ini selaras dengan harapan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengenai Joko Lamongan, yang menekankan pentingnya karakter masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan harmonis.

“Jika karakternya baik, maka semuanya akan berjalan harmonis. Dan itulah yang kita harapkan dari kegiatan ini terbentuknya SDM yang berkualitas dan masyarakat yang saling menghormati,” tambah Ketua Teksodama.

Dalam kegiatan ini, Teksodama juga melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, mengingat banyaknya peserta dari kalangan PKL

“Disperindag berperan penting dalam memberikan edukasi mengenai etika berdagang yang baik, serta bagaimana cara menjalankan usaha secara tertib dan sesuai dengan regulasi pemerintah,” ungkapnya.

Sebagai lembaga yang fokus pada pemberdayaan, Teksodama berencana untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

“Dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, diharapkan masyarakat Lamongan khususnya pelaku usaha kecil dapat berkembang tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam hal karakter dan integritas pribadi,” tegas Fauzi.(Suli)

PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *