Kampar,Tipikorinvestigasinews.id– Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan ditengah masyarakat Desa Balung XIII Koto kampar kabupaten kampar provinsi Riau saat masyarakat menggelar arak iring di hari pertama Perayaan Idul Fitri 1447 H.
Senen, 23 Maret 2026.
Kegiatan Arak iring ini telah menjadi tradisi turun-temurun dari zaman orang tua terdahulu hingga saat sekarang ini dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, Ninik mamak, aparatur pemerintah Desa maupun pemuda
Menariknya, arak iring ini diiringi dengan dentungan suara Gong yang mengikuti suara nyanyian yang disebut dengan ” Uluk”di sepanjang jalan,tambah menarik lagi dengan kaum ibuk – ibuk yang membawa makanan ” (jambau) ” yang berisi makanan untuk dimakan secara bersama sebagai penutup di akhir acara

Dentungan suara Gong yang mengikuti suara nyanyian yang disebut dengan ” Uluk”di sepanjang jalan menggema di tengah masyarakat sepanjang jalan memberikan nuansa religius yang mendalam, menambah kesejukan hati dan kebanggagaan bagi seluruh peserta dan masyarakat yang menyaksikan sebagai tanda adat maupun tradisi masi ada
Meski digelar secara sederhana, kegiatan ini mampu menghadirkan rasa kebersamaan yang begitu terasa.Tradisi ini juga menjadi simbol keberhasilan generasi muda dalam menjaga dan melestarikan tradisi dan adat istiadat maupun nilai-nilai kebersamaan di kalangan masyarakat
Kepala Desa Balung Muhammad Ujud menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar instansi dan masyarakat Muhammad Ujud juga berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan sebagai warisan budaya dan religius hingga masa yang akan datang,” ungkapnya.
Ninik mamak Dt Mangkuto Safrizal mengajak kepada seluruh masyarakat agar tradisi ini sama sama dipertahankan, dikembangkan untuk generasi muda dan anak cucu dimasa yang akan datang,hubungan tali silaturrahmi antar sesama juga harus dipertahankan,”tutupnya
Kegiatan arak iring ini dilakukan selama tiga hari dengan yang pertama disebut dengan hari ninik mamak, pemerintahan dan hari pemuda, yang mana di hari pertama ini dilakukan dengan kegistan saling bersalaman antara masayarakat dengan ninik mamak maupun dengan pemerintah Desa.
Dihari pertama Perayaan ini berjalan dengan aman dan berlangsung dengan baik hingga proses acara selesai dan di tutup dengan Makan hidangan secara bersama.(Tomi).







____________________________________________
