Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melanjutkan program Inovatif Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu).

Banyuwangi ,tipikorinvestigasinews.id -Tahun ini, beranjak tahun ke-4 program Sekardadu dilakukan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani di Dam Talun Bayur, Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, Kamis (19/6), dengan kegiatan pemasangan Trash Barier di atas aliran Sungai.

Trash barrier merupakan alat yang dipasang terdiri dari beberapa floater yang di kat satu dengan lainnya sehingga membentang selebar sungai tersebut. Masing masing floater terbuat dari pipa pipa mengapung dibawahnya terhubung dengan beberapa batang besi galvanis yang tersusun cukup rapat.
Pipa berfungsi untuk mengapungkan perangkap sampah, mengikuti tingsi rendahnya permukaan air. sungai. Sementara batang besi berfungsi sebagai perangkap sampah, sekaligus jalur aliran air dan ikan.
Pemasangan trash barrier dilakukan bersamaan dengan kick off program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu)

“Ini adalah program pemkab Banyuwanngi dengan pelibatan sekolah dan kerjasama dengan NGO Sungei Watch, organisasi yang berfokus pada pelestarian linhkungan, khususnya ekosistem sungai.

Kick-off sebagai tanda dimulainya Sekardadu 2025, dilakukan langsung oleh Bupati Ipuk Fiestiandani. Selain itu, Nampak hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunarno, Sekretaris Dinas PU Pengairan Riza Al Fahroby dan jajarannya.

”Program ini merupakan program jangka panjang, tidak bisa dilihat satu atau dua tahun saja,” terang Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Menurut Ipuk, program Sekardadu memang dirancang berkelanjutan. Oleh karenanya, program ini terus digelar setiap tahun.

Di tahun ini, Sekardadu juga menggandeng Sungai Watch. Komunitas ini berkontribusi memberikan edukasi kepada masyarakat dengan menerapkan trash barrier atau penghalang sampah di sungai.

”Sungai Watch memasang trash barrier, ini menjadi bentuk kolaborasi supaya sungai tetap lestari, dan ekosistemnya terjaga,” ujarnya.

Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi Riza Al Fahroby menjelaskan, saat ini ada 123 sekolah yang aktif melaksanakan program Sekardadu.

Ada 68 sungai besar dan 390 saluran sekunder yang masuk target pembersihan.

”Ada 87 sekolah yang aktif mengirim laporan di sistem pelaporan kegiatan Sekardadu,” ungkapnya.

Riza menyebut, pun nanti ada sejumlah satuan pendidikan yang mendapat penghargaan sebagai bentuk apresiasi keaktifan dalam menjalankan program Sekardadu ini, menutup wawancara.

Peliput : Wiwit H/Kabiro

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *