Manggarai,Tipikorinvestigasinews.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mutiara Bangsa Reok menggelar kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam rangka meningkatkan kompetensi guru.
Kegiatan tersebut digelar selama 2 hari sejak Jumat, 29-30 Agustus 2025 yang bertempat di Aula SMK Mutiara Bangsa Reok yang dibuka secara langsung oleh Kepala SMK Mutiara Bangsa Reok Riska Sri Pertiwi Ho,S.M.,M.M.
Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Korwas Dikmen-PLB SMA/SMK/SLB Kabupaten Manggarai I Gede Caya Widiartha,S.Pd.,Kim dan Pengawas Pendamping SMA/SMK/SLB Kabupaten Manggarai Karolus Coma,S.Pd tentang penyusunan perangkat pembelajaran kurikulum merdeka belajar dan Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Kegiatan MGMP ini diharapkan agar guru-guru SMK Mutiara Bangsa Reok dapat meningkatkan kompetensinya dalam memilih model pembelajaran sesuai dengan perkembangan di era sekarang dan membuat media pembelajaran interaktif.

Kepala SMK Mutiara Bangsa Reok Riska Sri Pertiwi Ho,S.M.,M.M menyampaikan kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan untuk meningkatkan kompetensi guru di sekolah tersebut.
“Guru-guru seharusnya perlu didorong untuk menerapkan berbagai model pembelajaran inovatif yang memungkinan siswa belajar lebih merdeka sesuai kemampuan dan potensinya,” jelas Riska.
Riska berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut, kompetensi guru meningkat pada kegiatan MGMP ini. Ada produk yang dihasilkan berupa perangkat pembelajaran yang lengkap dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, kurikulum merdeka merupakan pola pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan terdapat pemetaan potensi peserta didik di awal sebelum penyampaian materi atau yang dengan Assesment diagnostik.
“Implementasi kurikulum merdeka merupakan hal yang baru, maka dari itu SMK Mutiara Bangsa Reok terus berupaya membekali pengetahuan guru agar kegiatan KBM yang menggunakan kurikulum merdeka nantinya dapat berjalan optimal,” tegas Riska.
Untuk diketahui, setelah penyampaian materi para guru diberikan kesempatan untuk berdiskusi kemudian langsung praktik membuat TP (Tujuan Pembelajaran), ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) dan Modul Ajar.
Penulis: Inno Mamat.
Pewarta: RES.







____________________________________________
